Sabtu, 17 November 2012

Membuat Orang Lain Bahagia



Kemampuan untuk membuat orang lain tersenyum itu enggak gampang dilakukan, butuh kesabaran dan kepercayaan dari orangnya. Dan kebahagian itu tidak bisa ditukar dengan uang, Indahnya persahabatan dalam hidupku itu banyak berartinya mulai dari perasaan, ego bercampur jadi satu yang akan menghasilkan sebuah kepercayaan, kepedulian, kebersamaan, dan kebahagia.
Dan bahagia itu sederhana dan gak perlu sesuatu yang mewah. Suatu ketika dalam sebuah malam gelap sunyi, sepi di seberang jalan ada seorang gadis yang merintih suara sakit, menggerutuh dan suaranya samar-samar utuk didengar, berjalan dengan langkah kecil aku menyeberang untuk mendekati si gadis yang menggerutu sendirian diseberang jalan. Mata bercahaya, karna ada beberapa tetes air mata yang jatuh di kerudung sebelah kanan, entah itu air mata atau air hujan karna gerimis semalam aku enggak seberapa tau, yang aku pikir saat itu aku ingin menanyakan sesuatu pada gadis itu. Dia menatap dingin kearahku dan saat itu aku gugup dan takut, karna malam sangat gelap lampu juga seberapa kurang terang untuk pencahayaan disekitar tempat itu.
“kamu kenapa disini sendirian, kemana temanmu...??”
Zzzz....zz...
“....??? aku berfikir dan takut “
“aku tidak memiliki teman, semua temanku menjauh dari aku”
“kenapa begitu, kog bisa,....?? bisakah kamu membagi cerita kamu dengan aku, siapa tau aku bisa jadi teman kamu yang enggak akan pernah ninggalin kamu, seperti sekrang ini”
Saat itu aku melihat dia terbangun dari pinggir jalan yang diseberang jalan ini, dan dia menatap aku dengan memberikan senyuman sedikit. Aku berjalan ketempat yang lebih tenang meskipun tidak terlalu sunyi.
Disebuah taman yang penuh dengan lampu warna warni dan sedikit lampion berbentuk boneka Micky dan Minny Mous saat itu si gadis berkerudung ini bisa tersenyum lebih lebar dibanding pada saat aku menemukan dia dipinggir jalan.
Aku belum memulai untuk bertanya dia yang memulai duluan utuk bercerita tentang masalah yang dia rasakan pada saat ini, aku duduk manis terdiam disebelah kanan dia,
“aku merasa sendiri tanpa hadirnya teman, kenapa temanku meninggalkan aku, aku tidak mengerti dengan mereka, kesalahan apa yang telah aku lakukan kepada mereka, apa karna aku terlalu mementingkan Egoku sehingga mereka meninggalakan aku disaat aku memebutuhkan mereka, aku menyesali semua itu aku ingin mereka kembali kepadaku dan mereka tetap menyayangi aku seperti dulu, aku salah karna aku meninggalakn mereka saat mereka membutuhkan aku sebagai seseorang yang sudah menjadi arti dalam dirinya kesalahanku meninggalkan mereka karna aku sibuk dengan teman baruku (Boy Friend) aku lupa akan kebersamaan dengan sahabatku aku selalu menolak saat aku diajak berkumpul, aku menolak saat mereka mengajakku bertemu dengan alasan aku sibuk dengan pacar baruku, aku bodoh kenapa aku diperalat sama pemikiran yang hanya membuat aku tersesat dalam keadaan, aku tau dan aku menyadari sebuah kebahagian tidak dapat ditukar dengan segala apapun kebagian sederhana tanpa ada sesuatu didalamnya, aku sungguh menyesali itu”
Aku terdiam dan aku tidak tau harus menjawab apa, aku disitu hanya duduk termenung mendengar jeritan hati seorang gadis ini, aku paham dan sangat bisa merasakan apa yang dia rasakan pada saat ini, aku sungguh sangat memahami. Aku mencoba menenangkan sebelum aku menjawab apa yang harus aku jawab pada jeritan hatinya yang mungkin sekarang masih penuh dengan penyesalan.
Ini saatnya “aku memahami sekali apa yang kamu rasakan sekarang, aku tau gimana rasanaya dijauhi dan dikucilkan oleh sahabat kita hanya karna kita lupa akan mereka saat kita memilih untuk memiliki (Boy Friend) saat seperti itu kita merasakan senang yang sangat amat senang tapi disisi lain kita tidak menyadari bahwa sikap kita sendiri yang memilih untuk menjauh dari sahabat atau orang terdekat kita karna kita telah merasa nyaman pada si (Boy Friend) tapi kita tidak menyadari bahwa itu hanya sesaat, hal sekecil itu hanya mampir ke kehidupan kita untuk mengusik kenyamanan kita. Sahabat bagi aku segalanya kita senang, sedih, susah kita selalu berbagi sama sahabat dia tidak pernah meninggalkan kita saat kita merasa butuh mereka, mereka selalu ada selalu bersama dalam hidup kita. Kebahagiaan dari seorang sahabat tu sudah menjadi sebagian nyawa dari dalam diri kita. Dan jangan kamu sia-siakan kesempatan bersama sahabatmu, sahabat juga tidak akan melarang saat kamu memiliki (Boy Friend) tapi harapan sahabat kamu tidak akan pernah berubah dan tidak akan dirubah oleh (Boy Friend) kamu jangan khawatir, dan kamu jangan merasa sendiri aku disini akan menjadi sahabatmu, aku bakalan selalu ada untuk kamu temani kamu, hibur kamu, bahagiain kamu, kamu tidak sendiri kamu masih punyak aku, kamu mengerti itu kan  ?”
Dengan kata-kata aku yang bisa sedikit nenangin hatinya dia tersenyum lebar dan mengatakan “Kamu baik, dan kamu benar, aku sudah salah aku terjebak dalam masalah seperti ini padahal aku tau masalah ini yang hanya akan merusak persahabatan ku dengan teman-temanku, kamu memang sahabat yang baik kamu bisa mengerti aku, dan kamu juga bisa memahami keadaan aku, terima kasih banyak kamu mau membantu aku.”
Aku lega bisa membuat orang nyaman didekat aku dan aku bisa membuat mereka bahagia telah mengenal aku dan sedikit mempunyai arti untuk mereka, aku memang sama sekali tidak memiliki kesempurnaan tapi aku hanya ingin memiliki kelebihan dari kekuranganku, sekecil buat aku dan sebesar buat mereka. Senyum mereka itu buat aku selalu nyaman akan hadirnya mereka hadir dalam pelengkap hidup aku.
“sekarang kamu tidak perlu khawatir lagi aku selalu akan ada dalam pelengkap senyum kamu, jangan kamu sesali apa yang uda terjadi jadikan pelajaran untuk menuju masalah yang lebih berat dan bisa jadi penuntun kamu untuk mengawali segala coba’an kita sahabat sejati mulai malam ini”
“Owwwwchhh iya kita uda bicara panjang lebar tapi aku belum tau nama kamu
siapa...??”
“Kenalin nama aku Andin, kalau nama kamu...??”
“Nama aku Indhi, aku senang berkenalan sama kamu, kita bertemu dengan tidak  sengaja aku dapati kamu meringik di pinggir jalan malam-malam dan sampai akhirnya kamu sama aku menjalin sebuah persahabatan yang disaksikan oleh bintang diatas langit sana”
“Iya, sebenarnya aku sangat tidak percaya kalau akhirnya aku bisa menemukan sahabat seperti kamu, Allah memang baik sama aku mengirim malaikat kecil seperti kamu untuk aku, aku mensyukuri itu”
“malam ini juga kita dipertemukan sama Allah, bintang itu indah ya seperti persahabatan kita singkat, simple dan mengesankan, aku bahagia memiliki kamu, senyumku hadir juga karena kamu”
            Bagi aku memulai sesuatu yang baik itu lebih dari segalanya dalam hidup kita, tidak ada yang bisa mengalahkan indahnya persahabatan, dan persahabatan tidak mengenalkan kekurangan tapi mengenalkan kelebihan, kelebihan yang ada dalam diri dan hati kita.
            Bahagia tidak perlu mewah cukup dengan memberi, mengerti, mengasihi dan memahami itu arti dari segala kebahagiaan. Allah selalu menenangkan kita dalam segala kegelisahan karna Allah memang selalu ada dan selalu mendengar apa yang kita teriakan.
            Syukuri apa yang telah kamu miliki, kekuranganmu itu yang akan menjadi pelengkap dalam hidup kamu jangan merasa sendiri karna Allah tidak akan pernah Jauh dari diri kita menuntun dan menjaga kita.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar